Hana merespon inginku dengan ragu ragu. tidak menolak namun juga tidak memberi jawaban. aku tahu bahwa luka yang telah ku torehkan kepadanya begitu dalam. bagaimana tidak dia yang sangat mencintaiku dengan tulus harus ku balas dengan penghianatan hatiku. matanya memandangku dalam Seolah mencari kesungguhan ku untuk kembali. ia perlu waktu katanya. menata hatinya kembali yang terluka.walau rasa cinta itu masih ada. namun bagaikan cermin yang telah pecah bisa disatukan tapi tidak bisa memantulkan bayangan dengan sempurna. aku terima apapun pendapatnya terhadapku. tapi yang aku mau ia tetap menjadi milikku. sedikit memaksa memang. aku akui aku terlalu dalam mencintainya. " apa kamu yakin dengan hatimu lagi Ray..? tanyanya. " aku hanya tidak ingin kamu merasa tidak bahagia saat bersamaku. ya

