Epilog

418 Kata

Aku akui, sujudku padaMu masih terburu-buru, tapi nikmatmu beribu-ribu banyaknya kepadaku.   Satya Wiraji   Caraku bersyukur memang belum sempurna, tapi kini semua yang berada dalam pelukanku memang harus aku syukuri dengan cara yang sederhana. Meski sudah lima tahun poligami ini berjalan, kerikil-kerikil kecil yang terkadang suka membuatku terpeleset tidak pernah kuabaikan begitu saja. Mulai dari pertanyaan Lana yang harus aku jelaskan secara detail ketika usianya mulai memasuki tahun kesepuluh. Dia bertanya kepadaku kenapa dirinya harus memanggil mama juga kepada Nisa? Sedangkan teman-temannya yang lain hanya memiliki satu mama. Awalnya aku ragu Lana akan mengerti kondisi semua ini. Tapi setelah kujelaskan secara detail, mulai alasanku mengapa menikahi Nisa, hingga kuminta dia mema

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN