14. Kissmark

1672 Kata

“Kamu luar biasa, baby… kakak nggak pernah senikmat ini sebelumnya.” Karina mengulum senyum lalu menunduk, menggigit leher Sean pelan. “Tanda kalau kakak punya aku,” bisiknya manja. Sean terkekeh serak. “Nakal ya kamu, baby girl.” Karina menatapnya serius, jemarinya membelai d**a bidang Sean hingga turun ke perut sixpack-nya. “Kapan kak Sean ceraiin Kak Nana? Aku nggak mau selamanya jadi simpenan.” Sean menghela nafas panjang, jemarinya bermain dengan rambut Karina. “Sabar, baby. Mama itu terlalu sayang sama Nathalia. Aku harus punya bukti kuat dulu biar bisa ceraiin dia. Apalagi Mama Dona sahabat dekat Mama Astrid—semua harus hati-hati.” “Pokoknya aku nggak mau jadi nomor dua, ya.” Karina manyun, suaranya penuh tuntutan. Sean mengangkat dagunya, menatap dalam. “Iya… asal jatah kakak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN