18.Penghianat.
Vita pun sampai kantor TASY'A CORP. Vita membuka kantor dengan raut wajah datar dan dengan tatapan terbang. Memencet tombol 27 dan sampai.
Ia pun masuk ke dalam ruangannya di sana sudah ada satu orang yang membantunya dengan posisi jongkok dan 3 anggota KC dan sekretarisnya Valle.
"Valle kamu keluar, kalo kamu mau lihat apa yang akan terjadi dan aku tidak bertanggung jawab kalo kamu pingsan atau mual" ucap Vita, Valle pun bingung. Akhirnya ia tetap keluar dari ruangannya.
"Siapa namamu?" Tanya Vita sambil berjalan kearah bangku kebesarannya.
"Renald Gafri Zarda" jawabnya, vita hanya menggut2
"Tanya korupsi?" Tanya Vita dengan wajah datar tanpa koreksi.
"Kenapa diam hah!" Tanya Vita mencengkeram dagunya. Renald tetap diam tak berbicara. Membuat Vita geram ia meremas dagunya membuat Renald meringis.
"Aku bertanya bagaimana bisa mengendalikan hah !!, b*****t" gerammya mengambil belati tertancaplah dibahu dibahu dibalik kiri buka.
"Aaaaaa" Jeritnya untung ruangan kedap suara, jadi tak ada yang mendengar.
"Kenapa korupsi hah !!, aku sudah meminta jika aku tidak mau meminta dengan penghianat, mengapa kamu bertanya?" Tanya Vita melepaskan pisau yang dibahunya
"Aaaaaaa. Sa.saya..terpaksa" jawabnya, vita pun menyungging senyuman iblis.
" "Tanya Vita, Renald pun mengangguk dengan raut muka memegang sakit.
" Kenapa? "Tanya Vita, Renald pun jawab jawab
" Un.
Vita menghela nafas dan berdiri
"Bawa dia ke rumah sakit, biayai perawatannya ke rumah sakit aku dan beri ruang VVIP, dan berikan uang 2 milyar" perintah Vita, buat Renald belialakkan baju dan menganga
"Baik miss" jawab Anggota KC 1.
Anggota KC pun melepaskan Rantainya.
"Makasih rindu" ucap Renald memegangi kaki Vita, buat vita kaget. Vita pun memegang pundaknya dan menyuruhnya berdiri.
"
" Panggil aku vita, kamu kayanya lebih tua dari aku "ucap vita, Renald mengangguk.
" 17 tahun, apa aku bisa menganggapmu adikku? “Tanya Renald. Vita tersenyum dan mengangguk. Tiba² Renald memeluknya. Membuat vita kaget
"Makasih prinses" ucap Renald Tulus, buat vita balas pelukannya. Tak lama Renald pun melepaskan pelukannya dan tersenyum vita membalasnya.
Renald pun pergi bersama dengan Anggota KC. Vita menghela Nafas dan kembali duduk di Kursinya.
Vita pun mengganti kamar di Ruangannya untuk mengganti bajunya yang diganti dara, setelah selesai Vita dibuka laptopnya dan memperbarui beberapa email yang akan dipresentasikan dimeeting.
Berkutat dengan senang membuat rasa sedih dan kecewanya. Sedih akan kehilangan Xaviar dan kecewa akan keluarga kandungnya.
Dengan cara menyibukkan diri dengan cara yang mampu untuk vita, kadang-kadang ia akan meminta kesehatan terlalu berlarut dalam bekerja.
Selama ini dia tak pernah puas, bahkan ia bahagia untuk orang lain. Namun kapan saja kebahagiaan untuk diri sendiri. Ia bahkan meninggalkan kekecewaan dan kesedihan diluapkan dengan membunuh orang. Tak jarang ia mengakui dirinya sendiri sebagai wanita tak memiliki hati dan disebut sebagai malaikat kematian / maut.
Dengan wajah yang cantik dan tubuh yang wow dia pun bisa mengelabui orang itu orangnya baik, namun siapa sangka itu sendiri adalah ketua gangster dan Sering kali membunuh orang.
Memiliki kecerdasan diatas rata-rata² Namun berbeda dengan Vita ia malah senang bekerja tanpa melihat waktu.
Seperti sekarang sudah 10 jam dia dikantor dan sekarang sudah jam 9 malam. Segera ia membereskan Barkasnya rapi dan menutup laptopnya kemudian ditempatkan di mejanya dengan rapi. Setelah itu berdiri dan berjalan menuju parkiran.
Lewati >>>>>
Vita pun sampai di Masion dan ternyata mereka semua belum pulang para Devan dkk dan Vira dkk.
"Vita Comeback" ucap Vita membuat mereka semua memandangnya dan berlari ingin memeluknya namun vita mengangkat tangan dan membuat mereka berhenti.
"Gue Ngak kenapa-kenapa ok", ucap vita, membuat Mereka semua membuat menghela nafas lega.
"Besok gue ada kejutan, kalau mah tau temui gue di Masion yang ada di Hutan" vita pun pergi menuju kamar.
Sepeninggalan vita.
" Kejutan? “Tanya Vina dengan kebingungan.
"Hai, ke mana vita?" Tanya Lena
"Ke kamar ibu" jawab Vanya, lena hanya berOria
"Ayah bingung ibu" ucap Zidan tiba² membuat mereka semua melihat Zidan
"Bingung kenapa ayah?
" Tanya Tian. Tidak ada tagihan dari ATM Vita 1 bulan ini “jawab Zidan membuat mereka melotot kecuali Vira dkk.
"Belum lagi pas kemarin dia pergi, Ngak ada uang sepeser pun ke ambil dari ATM vita" lanjut Zidan.
"Aku terus Vita selama pergi makai uang siapa, terus paskan ia pun pas lagi dia ke mana jawabnya ke Masion" Tambah Bianka.
"Aku bingung setiap malam pulang lebih dari jam 9 pakai baju formal orang kaya kantor, Vita kerja di perusahaan daddy" tanya Tian. Zidan menggeleng kepala sebagai tanda tidak.
"Meminta dia bekerja di tempat lain atau memiliki perusahaan sendiri" ucap Tara tiba² membuat Vita dkk gelagapan, namun tiba²
"Vita kerja ditempat teman vita" ucap vita bohong membuat teman mencari vita, dan pergi kearah dapur.
"Kapan kamu kaya dulu" lirih lena. Yang lain menatap sendu kerah Vita yang sedang berjalan ke dapur.
"Kita berdoa 'di aja ibu mau Vita bisa kembali lagi" ucap Zidan membuat lena menghela nafas.
Vita pun kembali dari dapur
"Vita papa mau bicara nak" ucap Zidan membuat Vita terhenti dan menengok kerah mereka.
"
"Ya Tuhan, jangan bahas Xaviar lebih baik jangan sekarang bikin Zabello jengkel" katakanlah Zabello, ya Zabello telah masuk ke dalam tubuh vita karena vita sedang gelisah dan amarah hingga ia pun pindahkan Zabello ke dalam dulu sampai amarahnya reda. Malaikat dan membuat kembali karena Malaikat sangat peka jika vita sedang marah Malaikat bisa keluar dan melukai orang kapan saja.
"Zabello kenapa kamu keluar nak" Taanya Lena
"Ibu Zabello keluar dari permintaan Vita, Karena Vita dalam mode marah jika dia membuat ini membuat Malaikat keluar dan membuat kerusuhan saat membunuh orang, jadi selama Vita sedang memperhatikan, Zabello yang keluar" jawab Zabello membuat orang terkejut.
"Marah kenapa sayang?" Tanya Zidan
"Ayah akan tau nanti jika tiba pas, Zabello ngantuk mau tidur, selamat tidur semua" Zabello pun naik tangga dan masuk ke dalam kamar dan tertidur.
"Issh Zabello malah keluar dari" kesal Vanya.
"Lah kenapa?"
Tanya Devan "Zabello itu bisa mengubah kadang-kadang dia suka kadang-kadang di pengadilan dan lebih parah dia mudah marah Vanya membuat mereka mengangguk. Mereka pun akhirnya menginap di Masion milik keluarga
angkat Vita. •••••• ••••••••••••••••••••••••• •••••••••