Reiko jatuh terduduk seperti seseorang yang baru saja tersadar. Napasnya seakan kembali setelah beberapa saat ia menahannya. Gadis itu merasa kepalanya teramat berat dan merasakan sesuatu yang tajam menyakiti kakinya yang tak dilapisi apapun. Ia meraba-raba lantai di tengah-tengah ruangan yang gelap. Kali terakhir Reiko ingat dia melihat Raden memasuki ruang rawat Abi lalu semuanya berubah menjadi sesak dan gelap. Dia tidak tahu apa yang terjadi saat itu, hingga ruangan ini menjadi segelap hutan belantara di malam hari. Begitu telapak tangan Reiko mengenai suatu benda yang ia duga adalah serpihan kaca, barulah gadis itu tersadar bahwa dirinya tengah duduk di atas pecahan kaca. "Urgh!! Abi!!" rintih gadis itu seraya berusaha bangun, namun gagal karena tubuhnya terlalu lemas dan kakinya te
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


