17

1710 Kata

"Ini alamat kosku. Kalau terjadi apa-apa dan aku gak bisa dihubungi, pergi ke alamat ini ya. Ada temenku yang bakal bantu." Setidaknya Reiko bersyukur karena dulu Abi pernah memberikan alamat kosnya. Saat ini, dia memang ketakutan setengah mati, ditambah udara dingin di pagi hari yang membuatnya semakin menggigil. Reiko mengeratkan jaket tipis yang dia pakai secara terburu-buru. Berkali-kali mencoba menghubungi Abi, namun tiada sahutan. Sementara itu, para laki-laki yang baru pulang dari masjid memandanginya aneh. Pasti mereka mengira Reiko adalah jalang yang berusaha meminta pertanggung jawaban kekasihnya. Dan lagi-lagi, orang-orang di sekitarnya menaruh prasangka buruk padanya. Reiko yang menemukan bel di tembok luar, buru-buru memencetnya berulang kali. Bagian depan kos cowok itu se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN