52

2369 Kata

"Okaa-san, sejak kapan kita ada di sini? Maksudku, sejak kapan kita pulang? Apa Okaa-san yang jemput aku?" tanya Reiko dengan tanda tanya besar di kepalanya. Gadis itu menatap ke sekeliling bingung. Rumahnya sungguh berantakan, kotor, dan berdebu. Walaupun besar, sangat tidak layak pakai. Ada baiknya jika mereka tinggal saja di kontrakan Reiko daripada harus hidup bersama hewan-hewan dan kotoran yang bersemayam di rumah ini. Kana tersenyum sesaat, namun sedetik kemudian, wajahnya berubah cemberut. Ia mendudukkan putrinya di atas sofa yang ditutupi kain putih. "Iya, Okaa-san yang jemput kamu. Kamu tidak suka ya? Lebih betah di rumah sakit, hmm?" Reiko sontak menggeleng cepat. Ia merasa seperti telah menyinggung hati ibunya. "Nggak kok, bukan begitu," ucap Reiko setengah panik. "Tentunya a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN