Lea masuk ke dalam studio TheHasky untuk pertama kalinya. Gedung tiga lantai yang di desain modern, dengan banyaknya plakat, piagam penghargaan dan foto personil yang tersebar di segala penjuru tapi lebih banyak potrait saat mereka manggung. Melihat dari begitu sibuknya semua orang yang ada di sekelilingnya, Lea baru menyadari kalau gadung ini bukan hanya berfungsi sebagai studio tapi kantor manajeman. Lea merasakan tatapan yang mengarah padanya. Ricko berdiri gagah mengikutinya di belakang, sementara mereka di arahkan ke lantai dua oleh seorang wanita seumuran Lea. "Mereka sudah menunggumu." Kanza tersenyum, berdiri di ambang pintu kaca berwarna gelap sebuah ruangan yang seperti ruang meeting. Lea balas tersenyum dan berusaha memantapkan niat. Teringat dengan tatapan memaksa Valen tad

