Hampir Sampai di Masa Depan

2508 Kata

Kehilangan Fadiya jelas menjadi luka yang sangat dalam bagi Fiandra. Ya lah. Fadiya itu kakak satu-satunya yang ia punya. Ketika orangtua meninggal, Fadiya yang menguatkannya. Padahal Fadiya juga sedih. Pasti ingin limbung juga. Namun setidaknya, mereka tak sendiri. Punya pasangan juga kala itu. Ayah dan ibu mereka meninggal ketika Tiara baru lahir lah. Ya murni kecelakaan mobil kala itu. Yang menyetir ya ada sopir. Tapi mungkin karena berjam-jam menunggu di bandara itu, ia tak istirahat sama sekali. Jadi ya ketika akhirnya menyetir untuk membawa dua lansia pulang ke rumah, ia sudah lelah. Mengantuk sambil mengemudi jelas sesuatu yang berbahaya. Mau menyalahkan tapi yang namanya ajal, mana bisa ditolak juga? Tak bisa apa-apa selain mengikhlaskan bukan? Tak begitu lama, kedua orangtua Ad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN