Tamu Tak Diundang

1716 Kata

"Tumben nelepon siang begini. Ada apa?" Kebetulan sekali ia sedang berada di klinik. Pasien ada. Tapi sedang ditangani dokter yang lain. Setidaknya ada tiga dokter spesialis kulit di klinik ini termasuk Fadiya. "Kangen aja," ujarnya sambil tersenyum. Baru sadar kalau ia memiliki perempuan yang dari segi mana pun memang tercipta untuk melengkapinya. Rasa syukur itu kan sempat hilang karena hatinya berpaling begitu saja. Ternyata setelah dijalani tak seindah masa pendekatan dulu yang ia kira, jauh lebih baik dibandingkan Fadiya. Eeh ternyata tetap kalah dengan orang yang selalu ada untuk mendukungnya. "Ooh...." "Kamu gak kangen?" "Telepon ke sini mahal loh, Mas." Boy tertawa. "Cuma sebentar, Sayang. Aku harus berangkat lagi ke rumah sakit. Rasanya sangat melelahkan." "Kan tinggal sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN