Pengkhianatan

2711 Kata

Akhirnya dimulai. Mobil yang dikemudikan Badhri sudah tentu pergi menjauh tanpa Fiandra tahu. Gadis itu terpaksa ikut memakai peralatan anti peluru itu. Ya lengkap hingga helmnya. "Duh, Fi. Jadi gak kelihatan lagi cantiknya!" Hahaha. Masih sempat-sempatnya menggoda. Fiandra geleng-geleng kepala. Badhri? Baru saja menoyor kepala Awis. "Punya temen sendiri heh!" "Mumpung orangnya gak ada!" Mereka terbahak. Ya namanya juga cowok. Jangan dianggap terlalu serius. Mereka memang begitu. Makanya Fiandra tak terlalu memasukkan ke hati juga. Sudah biasa dengan gaya candaan mereka. Ia sempat menoleh ke belakang dan sudah tak melihat apapun. "Markasnya yang mana sih?" Di sepanjang jalan tadi kan, ia melihat banyak gedung terbengkalai dan ada juga gedung tua tapi masih digunakan. "Tadi kita l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN