Bab. 30

1146 Kata

-Happy Reading- ....... Ero terus mengumpat kesal karena ulah adiknya dan Rico. Jika saja dia tidak memiliki rasa kasihan terhadap kedua manusia tadi maka sudah habis mereka. Ero tiba di taman rumah sakit dia duduk di salah satu bangku yang ada di taman tersebut. Ero melamun tentang kehidupan nya yang sangat monoton, bekerja,bekerja dan bekerja tidak ada kegiatan lain selain itu misalnya kencan mungkin tapi masalahnya Ero tidak ada niat sama sekali untuk melakukan hal itu. Ah semenjak Regina pergi dari hidupnya dia masih belum mendapatkan pengganti wanita itu, aish memikirkannya saja membuat hati Ero dongkol. Lalu setelah itu tiba-tiba sebuah bola mengenai kaki Ero dan membuatnya tersadar dari lamunan tentang masalah asmara nya. "Maaf om...Evan gak sengaja." Ucap bocah laki-laki itu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN