Bab 16

1040 Kata

Huhu aku wajib telat kayanya ya hiksss *** Pertemuan antara Davian dan Yohan kemarin memang membawa aura sengit, bahkan Anya masih bisa melihat aura itu dari pancaran tubuh Yohan sekarang. Terkadang Yohan akan membicarakan Davian dengan tatapan kesal. Anya hanya jadi tim penyimak, karena bersyukur Yohan sudah lupa dengan kecurigaannya terhadap hubungan gelap yang bahkan gak Anya lakukan. Seperti sekarang saat Yohan perlahan sudah bisa makan sendiri tanpa Anya suapi, karena kondisi tangannya yang sudah membaik. "Masih sakit?" Tanya Anya khawatir. "Sudah lebih baik, aku bahkan udah bisa main handphone pake tangan yang ini." Anya menggeleng pelan dan tertawa kecil. Kemudian membantu membersihkan sedikit sisa-sisa makanan yang menempel di wajah Yohan. Ketika jemari lembut itu menyentuh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN