Bab 32

1332 Kata

Jangan Lupa Follow akunnya, terus tap love ceritanya wkwkw *** "Kamu beneran keterima di sana?" Papa masih tidak percaya ketika Yohan menjelaskan pada Papanya, mengenai dia yang diterima di universitas negeri, dimana Papanya aja udah nyerah duluan ketika mengetahui anaknya daftar kuliah. "Iya bener pa, kalau bohong Yohan gak mungkin buat kebohongan sebesar ini." Papa menganggukkan kepalanya, hanya saja dia merasa aneh. Gak biasanya Yohan datang malam-malam ke kamarnya. Pemuda itu bahkan terlihat sangat serius sekarang, entah apa yang sedang Yohan pikirkan. "Lalu, apa yang kamu lakukan di sini? Ada sesuatu yang akan kamu bahas dengan Papa?" Tebak sang Papa. Yohan menganggukkan kepalanya, "ternyata Papa cepet juga ya paham maksud Yohan." Papa terkekeh pelan, kemudian mengajak Yohan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN