Mari kita update Banyak supaya kalian semua senang ya pemirsa. *** Anya seakan menjaga jarak dari Yohan, ketika pemuda itu mulai menunjukkan gelagat yang membuat Anya berharap lebih. Setelah pulang dari puncak, Yohan seperti lebih perhatian dan bersikap lembut ke Anya. Dia segera menggeleng pelan, tidak mau memikirkan bagaimana cara Yohan memperlakukannya sekarang. Mengingat Anya sendiri sudah tidak ingin berharap. "Besok pengumuman penting dari Universitas, kamu sudah menyiapkannya bukan?" Suara Papa memecah keheningan ketika mereka sedang menikmati sarapan bersama. Ini pertama kalinya setelah Mama Yohan meninggal, pemuda itu tersenyum ke arah sang Papa. Bahkan membuat Papanya terkejut dan mengernyit. "Tenang saja, sudah Yohan Persiapkan. Kemarin malam Kak Anya juga membantu Yohan u

