Huang Zi Tao, lelaki bersurai grey itu terduduk dibangku yang menghadap sebuah danau yang begitu tenang. Pohon maple berwarna jingga itu ia gunakan sebagai atap, sebuah perlindungan untuknya dari panas teriknya sang surya. Disampingnya, tergeletak sebuah buku bercover menara Eiffel, ia menatap buku itu dengan tatapan sendu, ia menghembuskan nafasnya pelan lalu mengambil buku itu dan mulai membuka lembar demi lembar halaman buku tersebut. Bibirnya bergerak-gerik kecil, membaca setiap tulisa yang ada dikertas itu ‘Melihat jam tangan berputar seperti menghitung waktu mundur Waktu kebersamaan kita perlahan berkurang Merekam setiap langkah dan suaramu Aku tidak akan pernah melupakanya Saat aku naik pesawat Aku tidak bisa menghentikan air mataku yang terus berjatuhan Moment ini akhirny
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


