Pagi harinya suasana canggung menyelimuti kediaman Kris Wu, Hana hanya diam dan nampak fokus memotong beberapa sayuran, sedangkan Kris memandang punggung Hana dengan sendu, sesekali ia menghembuskan nafasnya kasar. Tak ada yang bersuara di antara mereka berdua, mereka sama sama menutup mulutnya rapat-rapat. Hanya terdengar suara pisau yang terkantuk alas pemotong dan bunyi dari penggorengan Drrt Drrt Kris mengalihkan perhatiannya saat ponsel miliknya bergetar, menandakan panggilan masuk. Kris mendesah berat saat nama 'Manager' tertera di layar ponselnya, dengan berat hati Kris mengangkat panggilan itu 'Apa?' 'Bocah sinting! Kenapa belum datang?! Sebentar lagi syuting akan di mulai!' 'Ck! Apa tidak bisa di undur saja? Aku sedang tidak mood' 'Cepat datang! Sekarang!'

