setelah kejadian itu, Eliza memutuskan untuk menjual sisa harta orang tuanya yang di tinggalkan,
dia ingin mencari pekerjaan, walaupun mungkin hanya sebagai seorang pembantu rumah tangga,
namun sayang, saat di perjalanan Eliza malah kecopetan , mau tidak mau dia tidak dapat melanjutkan perjalanan.
tepat pukul sepuluh malam, di kota M, Eliza berjalan sambil memegang tas kecilnya, saat sebelum berangkat ,dia memilih menyimpan sedikit uang hasil dari menjual rumah orang tuanya, dia menitipkan pada pak lurah,dia juga tidak mungkin membawa semua uang itu,.
dia berpesan jika nanti dia akan kembali ,mungkin dia bisa membutuhkan uang itu, ternyata benar saat di perjalanan dia mengalami kecopetan.
saat sedang menelusuri jalan, tiba-tiba, ada seorang lelaki menghampirinya, " hai manis, kok sendirian saja, mana kekasihnya, sepertinya kamu bukan orang sini ya? " kata pemuda itu bertanya, "ayo ikut Abang, Abang sedang sendiri nih, janji deh Abang tidak akan kasar jika adek mau patuh , oke"! kata pemuda itu lagi, penampilannya sangat menakutkan, dia menggunakan baju kaos putih dan seluruh tangan hingga lehernya di penuhi tato, Eliza seketika menjadi menggigil,
"jangan kak, aku datang ke sini tadi terpaksa ,aku kecopetan,sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan" kata Eliza dengan jujur, Eliza sangat polos orangnya, dia bahkan tidak tau maksud ajakan dari lelaki ini,
"wah, kan jadi pas dong, kamu juga saat ini tak punya tempat tinggal, ayok ikut Anang, jangan takut! Abang bukan macan atau hantu ,ngk akan menggigit kok," kata lelaki itu,
"jangan kak, aku akan mencari tempat ibadah saja, mungkin di sana aku bisa istirahat sebentar,besok baru melanjutkan perjalanan " kata Eliza dengan sedikit ketakutan,
"jika kamu tidak mau mengikuti Abang ,ya tidak apa-apa sih, tapi saat ini sudah larut sekali, dan kamu juga seorang gadis kecil ,mana mungkin nantinya tak akan terjadi apa-apa di sini, lagi pula kamu kan orang baru" kata lelaki itu, Eliza berpikir ada benarnya juga kata lelaki ini, Eliza melihat sekelilingnya memang sekarang sangat sunyi di sana , dia lalu dengan ragu-ragu mengiyakan kata pemuda tadi, "oh ya, kita belum kenalan,, perkenalkan aku Derry, nama kamu ?" lelaki yang bernama Derry itu mengulurkan tangannya dan bertanya pada Eliza,. " mmm, aku Eliza " kata Eliza menjawab tetapi tidak menerima uluran tangan Derry, dia sangat takut dengan penampilan Derry.