Saat ujian babak kedua hari kesepuluh sudah berakhir dengan jeda dan malampun tiba, Endrea sedikit demi sedikit terbangun dari tidurnya. Kepalanya terasa cukup berat akibat pingsan yang sudah terjadi beberapa jam tadi, ia mencoba bangun meskipun sulit, ia memijat perlahan kepalanya kemudian melihat hologram di tangannya. Akibat tak sadarkan diri lebih satu jam ia di nyatakan gagal dalam ujian itu, Endrea hanya bisa menarik napasnya dengan perlahan, ia tak bisa lolos babak kedua yang berarti ia juga tak bisa lulus ujian itu, ia akan tetap mati meskipun keluar dari sana dalam keadaan hidup. Tak lama tenggorokannya mulai terasa kering dan perutnya lapar, ia memprogram makanan dan minuman, untung saja alat itu masih berfungsi sampai ia di jemput oleh panitia lainnya. Setelah itu ia makan dan

