Calon Mertua

1109 Kata

Beberapa hari yang lalu, Adrian sudah diperbolehkan keluar dari rumah sakit. Saat ini kondisinya sudah kembali sehat, sehingga Binar bisa pulang ke Banjarmasin dan meninggalkan putranya itu dengan tenang. Jemari Adrian menggenggam erat jemari Naira yang terasa dingin dan berkeringat, sementara tangan kanannya memegang setir. Masih fokus ke arah depan memperhatikan jalan raya yang cukup ramai, Adrian membawa genggaman tangannya mendekat, lalu mengecup punggung tangan Naira. Membuat Naira seketika terdiam kaku, menarik nafas dalam karena jantungnya berdebar dengan kecepatan penuh kali ini. Saat ini mereka dalam perjalanan untuk mengunjungi orang tua Naira. “Ini harusnya yang takut sama gugup itu aku, bukan kamu.” suara Adrian membuat Naira menolehkan wajahnya. Sambil tersenyum yang terli

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN