Seperti biasa, pagi ini Adrian sudah bersiap untuk bekerja. Tentu saja sebelum ke kantor Adrian akan mampir dulu ke rumah kontrakan Naira untuk sarapan di sana dan mengantarkan gadis itu pergi bekerja. Perutnya sudah bergejolak memikirkan menu apa yang disiapkan oleh Naira pagi ini. Tadi sebelum berangkat, dia hanya meminum segelas air putih untuk membasahi tenggorokannya yang terasa kering. Tangannya terlihat memutar-mutar kunci mobil, sembari bersiul. Sepertinya suasana hatinya cukup cerah pagi ini. Seolah dia sudah lupa bahwa tadi malam dia hampir tak sengaja bertemu Naira saat dia bersama Muezza dan Rama. Sangat berbeda dengan kondisi Naira yang terlihat berantakan. Tadi malam gadis itu sama sekali tidak berhasil memejamkan matanya untuk tidur. Kepalanya terasa berputar-putar dipenuhi

