Pagi yang cerah, saat Naira membuka pintu di samping rumah untuk mengeluarkan sepeda motornya. Terhitung sejak hari ini Naira resmi berhenti bekerja di kafe tempatnya bekerja. Pada awalnya Amita, sahabatnya, menolak niat Naira untuk resign. Namun Naira meyakinkan sahabatnya itu, bahwa dia akan mendapatkan pekerjaan di tempat lain. Naira tidak bisa memikirkan cara lain selain berhenti dari kafe itu, untuk memperkecil kemungkinan dirinya bertemu dengan Adrian atau… istrinya. Bagaimanapun juga, rasa takut itu masih ada, meskipun kini dia sudah tidak berhubungan lagi dengan Adrian. Kemarin Naira sudah memasukkan berkas lamaran pekerjaan ke salah satu minimarket yang sedang membuka lowongan. Minimarket yang memiliki jaringan besar di seluruh Indonesia, yang outletnya ada hampir di setiap ruas

