BAB 93

1894 Kata

Bola mataku sibuk bergerak kesana kemari mengikuti gerakan dua orang itu yang sangat cepat. Mataku bahkan tidak bisa melihat mereka dengan begitu jelas, hanya tampak seperti kelebatan-kelebatan bayangan yang dua orang yang terus berganti. Baik Jayden atau kakek tua itu sama-sama tangguh, tidak ada satupun yang terluka ataupun terjatuh akibat serangan satu sama lain. "Tenang saja, tidak akan ada yang mati. Lebih baik kau perhatikan mereka baik-baik, bagaimana dua orang itu bertarung." Jyordan yang tadi berdiri di dekat pohon kini berada di sampingku. Dengan menyilangkan kedua tangannya di d**a, dia menonton pertarungan itu dengan serius. "Kau masih bisa setenang itu? Aku bahkan tidak yakin bagaimana perasaanku sekarang melihat dua orang itu. Setelah mereka selesai, itulah giliranku yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN