BAB 6

1261 Kata
“Maafkan cucuku, Kim. Sepertinya dia sudah di pengaruhi banyak oleh Dean dan dia memberitahunya tentang Vampire dan The Hunters, aku tidak bisa mencegahnya karena ini adalah takdir keluarga kami sebagai keturunan yang terpilih,” “Aku tidak apa-apa Granma, tapi apa tidak berbahaya untuk anak berusia 9 tahun untuk memegang senjata seperti itu? dia masih muda dan polos, sangat khawatir jika dia akan di manfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” “Tak apa, semua anak-anak dari keturunan murni The Hunters memang sudah dilatih sejak kecil untuk memegang senjata dan bertarung, setelah dewasa mereka mengabdikan diri pada The Hunters dan melindungi manusia dari para vampire,” “Jadi, kita sebenarnya adalah musuh alami,” Aku merasa sedih mendengar kenyataan seperti ini. Granma adalah keturunan langsung dari The Hunters dan mereka ada untuk membasmi kami, para vampire dan aku adalah vampire sekarang. Aku mencintai Granma sebagai bagian dari diriku, keluargaku, penyelamatku, tak bisa kubayangkan jika suatu hari nanti kita akan saling membunuh satu sama lain karena suatu alasan. Kugelengkan kepalaku dengan pelan dan Granma melihat itu lalu menggenggam tanganku dengan sangat erat. “Apapun yang sedang kau pikirkan, itu tidak akan terjadi sayang. Zaman sudah semakin berubah, kita juga berubah mengikuti perkembangan itu. Lihatlah mereka, meskipun tadi mereka bertemu dengan sedikit pertengkaran pada awalnya, mereka sekarang sedikit akrab sekarang” Aku menoleh kearah Jayden dan Hanzel yang duduk terpisah dari kami. Hanzel tampak menyombongkan dirinya dengan kemampuan menembak yang selalu tepat sasaran dan kemampuan bela dirinya pada Jayden. “Mereka spertinya merencanakan untuk duel, bukankah itu jauh lebih berbahaya lagi Granma?” Granma tertawa dengan sangat renyah, sudah lama aku tidak mendengar suara tawanya lagi. Aku jadi ikut terkekeh mendengar tawanya. “aku tidak sabar untuk melihat hari itu tiba, apakah cucuku itu mampu mengimbangi vampire yang berusia ratusan tahun. Dia selalu menyombongkan dirinya sendiri setiap kali dia pulang berlatih dengan Dean,” Granma mengusap airmatanya yang keluar karena tertawa. “Itu ide buruk, tapi aku juga sangat ingin melihatnya. Granma, bagaimana kabar Dean sekarang? Aku tidak bertemu dengannya beberapa bulan ini, sesibuk itukah para petinggi The Hunters? Ada yang ingin aku diskusikan dengannya langsung” ucapku setelah berhasil mengendalikan diriku sendiri dari tertawa yang berlebihan. “Dua bulan yang lalu dia pulang selama beberapa hari sebelum akhirnya pergi lagi. Kami banyak mengalami perubahan sejak insiden itu terjadi dengan membuka markas-markas kecil di setiap kota besar, kota-kota kecil dan juga pedesaan. Hal ini kami lakukan untuk menekan pergerakan vampire sejak kasus penculikan itu terjadi. Sudah hampir satu tahun, tapi kami belum menemukan pelakunya,” Granma menatap kosong pada gelas minumannya. Sial, kenapa aku merusak suasana yang menyenangkan seperti tadi menjadi seperti ini, rutukku. “Granma,” aku menjilat bibirku sebelum bertanya, “apakah mungkin kasus penculikan kali ini bukan disebabkan oleh vampire, melainkan seorang manusia gila yang melakukan penculikan secara acak? Kami para vampire juga sudah membantu selama ini tapi sama sekali tidak menemukan apapun. Mungkin saja itu ulah manusia psikopat” Granma mengerutkan keningnya mendengar ujaranku, tampak tidak setuju dengan pemikiranku pada manusia psikopat yang suka menculik. “Apa kau tidak diberi tahu oleh anggota The Hunters lain tentang ini?” kali ini giliranku yang mengerutkan keningku. “Diberi tahu apa? Mereka tidak memberi tahuku tentang apapun, apa ada hal penting yang aku lewatkan Granma?” “Sepertinya mereka lupa untuk memberitahumu, tapi aku tidak bisa mengatakannya disini sekarang,” Granma menghela napasnya. “datanglah ke rumahku besok, dan ajak pasanganmu juga” “Tidak bisakah kau memberitahuku sekarang, Granma? Aku merasa melewatkan sesuatu yang sangat penting. Apa ini tentang-…” “Besok saja di rumahku jam 5 sore. Aku harus segera pulang dan meminum obatku, Hanzel juga tidak bisa berada di luar terlalu lama” tiba-tiba Granma berdiri dan memeluk tubuhku, dia berbisik tepat di telingaku, “dua orang dibelakangmu tampaknya bukan manusia, aku melihat mata mereka berpendar dengan warna aneh” Granma melepas pelukannya padaku dan menangkup wajahku dengan kedua tangannya, “aku akan sangat merindukanmu, datanglah besok kerumahku. Kita sudah lama tidak mengobrol dan meminum teh bersama seperti dulu” mengerti dengan kode yang Granma berikan padaku, aku pun ikut berpura-pura seperti yang Granma lakukan. “Tentu saja aku akan datang, kita sudah lama tidak bersenang-senang” Hanzel dan Jayden menghampiriku begitu melihat Granma dan aku berdiri. “Sudah selesai? Kupikir kaliam akan lama karena membicarakan banyak hal,” Jayden datang berdiri disampingku sambil memeluk pinggangku. “Untuk saat ini sudah cukup, Granma perlu istirahat” “Hei, jika kita bertemu lagi nanti, akan kutunjukan semua kekuatanku padamu dan kau akan kalah karena kehebatanku! Hanzel dengan sombongnya menantang Jayden. Seorang anak kecil berani menantang vampire yang berusia ratusan tahun, bukankah ini sudah tidak benar? “Aku juga sudah tidak sabar untuk melihatmu menangis karena kukalahkan, jangan salahkan aku jika itu terjadi bocah” Jayden tersenyum iseng pada bocah itu. “Hentikan, dia masih anak-anak. Kuharap kau tidak serius dengan perkataanmu Jayden” aku memperingatkan Jayden untuk tidak terlalu menanggapi celotehan anak kecil. “Kakak, maafkan aku karena tadi aku menendang punggungmu dengan cukup keras, tapi aku yakin kau tidak begitu merasa kesakitan. Tapi janji dan perkataan lelaki tidak boleh ditarik kembali, aku mengajaknya berduel dan dia menyetujuinya. Jika dia seorang lelaki, dia harus memegang perkataannya untuk berduel denganku jika kami bertemu lagi nanti. Apa kau meragukanku karena aku adalah seorang anak kecil? Meskipun aku anak kecil, aku bukan anak yang tidak berguna” Aku tercengang mendengar apa yang keluar dari mulut bocah itu, tidak percaya dengan apa yang kudengar barusan. Benarkah itu kata-kata yang keluar dari mulut bocah yang terlihat sangat manja pada Granma ini? Apa dia sebenarnya adalah orang dewasa yang terjebak didalam tubuh anak kecil. “kau dengar apa yang diucapkan bocah itu?” Jayden tersenyum padaku sedangkan aku memberikan respon dengan menatapnya tidak percaya sambil mengerjap-ngerjapkan mataku beberapa kali. “Maaf, dia memang selalu seperti itu, sepertinya aku harus membatasi pergaulannya dengan Dean. Hanzel, jangan berbicara seperti itu pada orang yang lebih tua darimu. Kau harus tetap rendah hati pada siapapun” “Granma, kenapa aku harus bersikap ramah tamah pada mereka padahal mereka bukan man-…” “Sudahlah, sudah sedikit malam dan kita harus segera pulang untuk beristirahat” Granma menatapku beberapa detik dan aku mengangguk padanya. Setelah itu, Granma dan Hanzel berjalan keluar dan memasuki mobil mereka. Aku memerhatikan mobil yang ditumpangi Granma sampai benar-benar menghilang dari pandanganku. Suara geraman keluar dari tenggorokanku dengan pelan begitu teringat sesuatu. “Kau tidak bisa kabur begitu saja dariku!” Aku berlari kearah pintu belakang cafe ini untuk mengejar mahluk itu yang sejak tadi mengamati kami. Setelah Granma keluar dari tempat ini mahluk itu juga ikut pergi keluar, aku tidak bisa membiarkan dia mengancam dan membahayakan Granma. Sialnya, orang itu berlari dengan sangat cepat begitu tahu kalau aku juga mengejarnya. Aku memang sudah cukup cepat, tapi mahluk itu juga sedikit lebih cepat dariku bahkan Jayden sudah berada beberapa meter berlari di depanku. “Biar aku yang menangkapnya untukmu Kim!” Jayden berlari lebih cepat lagi hampir menyamai kecepatan dari mahluk itu. Kenapa hanya aku yang terlihat lemah sendiri?! Jayden berhasil menangkapnya dengan menerjangnya, tapi tentu saja dia juga melakukan sedikit perlawanan. Aku membantu Jayden yang sedikit kesulitan menaklukan mahluk itu sendirian dengan menendang keras punggungnya dari belakang sampai dia terpental cukup jauh. Untuk mencegahnya kabur, aku memelintir kedua lengannya kebelakang, sebelum aku sempat melakukannya dia membenturkan kepalanya dengan sangat keras hingga mengenai hidungku. “Argh!” aku melepaskan orang itu dan memegang hidungku yang sepertinya patah. Ada suara terkejut yang keluar dari mulutnya. “Kim?! Ba-bagaimana bisa kau jadi seperti itu?”
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN