Aku membuka halaman demi halaman demi dari katalog demi katalog dengan perasaan jemu. Seberapa banyak pun aku melihat-lihat isinya, jumlah bukunya sama sekali tidak berkurang sejak tiga jam setelah aku mulai melihat-lihat berbagai jenis gaun. Aku benar-benar sudah tidak sanggup lagi untuk melihat semua gambar-gambar ini. “Kepalaku benar-benar pusing melihat semua gambar ini,” aku melempar salah satu katalog yang cukup tebal ke lantai, kemudian menyandarkan tubuhku ke sofa sambil memijat keningku. “Jika aku jadi kau aku juga akan kesulitan untuk memilih, semua gaun yang ada di katalog ini sangat cantik semua,” Noa yang sejak tadi ikut denganku untuk melihat-lihat katalog gaun pernikahan terlihat sangat takjub melihat lembar demi lembar, katalog demi katalog yang menumpuk tinggi diatas mej

