Aku berjalan mondar mandir mengelilingi ruang tamu dengan perasaan cemas dan jantungku berdebar luar biasa, berdegup empat kali lebih cepat dari sebelumnya. Beberapa jam lagi aku harus pergi untuk pulang ke Wispherdaelle dan menjalani upacara pernikahanku dengan Jayden. Tadi perasaanku masih biasa saja, tapi begitu Jayden bilang kita semua harus kembali ke Wispherdaelle sekarang karena persiapan pernikahan disana sudah sepenuhnya selesai diurus oleh klan deLeons dan juga keluargaku. “Apa lebih baik kita hilangkan saja pesta pernikahan yang diadakan disini? bukankah pesta yang digelar di Wispherdaelle sudah cukup? Jadi untuk apa kita perlu dua pesta pernikahan?” aku menatap mereka yang sedang duduk santai di sofa. “Apa?! kau ingin usahaku dan Jayden terbuang sia-sia? Tidak, tidak ada pem

