“Kau tidak apa-apa Jayden? masih bisa untuk berdiri?” aku sangat mengkhawatirkan Jayden yang sejak tadi bertarung sambil melindungiku. Pasti berat untuknya melakukan dua hal sekaligus. “Jangan melindungiku terus, aku masih sanggup untuk bertarung melawan mereka?! fokus pada lawanmu saja,” ujarku. “Tidak apa-apa, aku masih sanggup Kim…” Jayden berdiri dengan sedikit tertatih. Darah mengucur dari lengan atasnya karena serangan chimera tadi. Aku memutuskan untuk menyimpan energiku untuk memulihkan luka Jayden tanpa diketahui oleh lawan. “Sudah berapa lama sejak kita menghubungi mereka Kim? kenapa mereka masih belum datang juga?” matanya tampak sangat waspada melihat tiga orang chimera yang sepertinya sudah siap untuk kembali menyerang. “Aku sama sekali tidak tahu dan tidak menghitung wakt

