TJ 38

1087 Kata

Hari sabtu akhirnya tiba. Seorang pria tampan sudah rapi dengan pakaian yang membalut tubuh kekarnya. Dia melangkah pelan menuju ruang tengah di mana TV menyala dan sedang menayangkan berita kriminal. Tanpa ragu, dia mendaratkan tubuhnya di sofa berwarna abu-abu, lalu meraih cangkir berisi kopi hitam dan meneguknya perlahan. Ketika berita berganti menjadi tayangan iklan, tangannya meraih handphone yang belum dia cek sejak pagi dan dengan saksama memeriksa setiap pesan yang masuk juga membaca dalam diam. Tak butuh waktu lama bagi dia untuk membaca semua pesan dan membalasnya, hingga jari bergulir membuka akun media sosial miliknya dan langsung melihat beranda milik Nisa. “Ah, sial. Komen cinta gue gak dibalas sama Nisa. Apa dia belum baca, ya?” gerutu Ryan mencoba berpikir positif. Kembali

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN