Dua jam menunggu dengam cemas, akhirnya pintu ruang operasi terbuka dan mendapat kabar jika operasinya berjalan lancar. Semua mengucap syukur pada Tuhan atas kabar melegakan itu. Nisa dipindahkan ke ruang rawat VVIP hingga beberapa jam kemudian, Nisa sadarkan diri. "Jangan banyak gerak dulu, Dek!" kata Linda memberi peringatan karena Nisa yang nampak gelisah. "Pengin duduk, pegal!" ucap Nisa lirih. "Jangan dulu, Nak. Luka jahitnya masih basah dan bisa bahaya!" timpal Maria yang menasihati. Nisa tak menjawab dan mencoba tenang serta bertahan di tengah rasa tak nyamannya. "Mas Al ke mana, Ma?" kata Nisa yang memanggil Maria dengan sebutan Mama sesuai permintaannya karena hanya melihat Adinata saja yang sedang duduk dan berbincang bersama Riska yang nampak sangat akrab layaknya kakek dan

