Danita tersenyum lega setelah selesai menonton konferensi pers yang Larisa dan Arsen lakukan. Ia juga sempat terkejut saat mengetahui ternyata Fadia adalah Larisa. Kenapa aku nggak kepikiran sama sekali? Mungkin saking mustahilnya…. Sejujurnya Danita cukup lega Fadia dan Arsen bisa mengatasi semua ini. Semoga mereka berdua bahagia, dengan begitu Danita tidak akan terus dihantui rasa bersalah. “Danita,” panggil mamanya. Saat ini Danita memang sedang berada di rumah orangtuanya. Danita menekan home layar ponselnya lalu menoleh pada sang mama. “Anak-anak sudah tidur, ya?” “Sudah. Kamu juga sebaiknya tidur di sini dulu.” “Kenapa? Takut Mas Alva mendatangi aku lagi?” canda Danita. “Itu tidak akan terjadi. Papamu sudah mengurusnya agar jangan pernah menemuimu lagi.” “Papa tidak membunuhn

