Atas permintaan Revana yang ingin bicara serius, Arsen terpaksa menepikan mobilnya. Padahal sebentar lagi mobil yang pria itu kemudikan tiba di kantor polisi. “Memangnya siapa yang bilang melakukannya dengan paksaan?” tanya Revana. “Kita memang tidak ingat. Bisa jadi kita sama-sama mabuk lalu tanpa sadar melakukannya dengan sama-sama mau,” sambungnya. “Memangnya khilaf ada yang tahu?” tanya Revana lagi. “Jadi menurutku….” “Kamu sepertinya senang seandainya kita benar-benar melakukannya?” “Aku bukannya senang,” sanggah Revana. “Lalu apa?” tanya Arsen cepat. Revana berusaha tenang. “Aku merasa yakin kalau kita memang melakukannya. Mana mungkin kita tidak melakukan apa-apa saat bangun dalam keadaan seperti tadi yang tanpa busana?” “Untuk itu kita tidak perlu melakukan visum, lapor poli

