EXTRAPART 5 Redanti menggerakkan tubuhnya pelan, terasa remuk tulang-tulangnya karena lelah. Ia menoleh, menatap suaminya yang mendengkur halus. Ia berusaha bangkit dan duduk bersandar di kepala kasur, lalu menunduk mencium kening Abdi. Ia usap pipi suaminya yang mulai ditumbuhi bulu-bulu yang selalu membuatnya merinding dan geli saat ia diciumi. Redanti benar-benar heran pada tenaga suaminya yang seolah tak mengenal lelah, seingatnya dulu Abdi tak seperti itu, malah cenderung seminggu hanya bisa dihitung dengan jari, bahkan saat malam pertamapun tidak segila dan seliar sekarang. Redanti tersenyum dan menahan haru karena takdir Tuhan yang kembali menyatukan dirinya dengan Abdi. Jodoh benar-benar tak bisa kita sangka. Air matanya mengalir tanpa terasa, ia usah dan kaget saat lengan koko

