30. Biang Kerok

1109 Kata

Akhir pekan yang aku harapkan bisa kulewati dengan tenang di Garut, harus pupus. Mas Edwin lagi-lagi mengganggu dengan terror kampungannya. Aku tak menyangka, lelaki sepintar Mas Edwin melakukan cara konyol untuk masuk ke dalam rumahku. Ya, sekarang itu benar-benar rumahku. Bukan lagi rumah bersama. Apalagi sekarang dia sudah menikah dengan Mila, tidak sudi sepeser pun aku memberikan harta gono-gini pada lelaki itu. Untunglah Mas Dirman memberitahu temannya yang bertugas sebagai satpam komplek perumahanku, sehingga Mas Edwin dan orang-orangnya bisa diusir saat itu juga. Aku juga minta tolong pada Herman untuk mengamankan rumahku sementara. Tepatnya, aku rela membayar satu orang petugas kepolisian untuk menjaga rumah mewah yang aku punya. Jangan sampai rumah seharga tiga milyar itu jatuh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN