Aku berdebar menanti hasil pemeriksaan hari ini. Ditambah lagi, nanti siang adalah jadwal sidang perceraian pertamaku. Semoga Mas Edwin tidak hadir, agar semua berjalan cepat tanpa sanggahan. Mas Dirman mengantar dan menemaniku dengan sabar dan tanpa complain. Klinik baru saja buka dan dokter belum tiba. Aku yang sudah penasaran, memaksa Mas Dirman untuk segera ke klinik laboratorium ini. Begitu mobil yang dikendari Dokter Vita sampai, aku pun semakin berdebar. Bernapas pun kurasa tersendat-sendat. Wanita yang memakai dress bunga lili itu tersenyum ramah padaku dan beberapa perawat di sana. Kemudian, dia masuk ke dalam ruang praktek. “Silakan Ibu Ria. Sudah ditunggu Dokter Vita,” ujar perawat mempersilakan. Aku masuk ke dalam ruangan dengan hati berdebar. Awalnya Mas Dirman tidak ingin me

