27. Fitnah yang Keji

1161 Kata

“Terima kasih atas restunya, Bu. Saya berjanji akan menjadi menantu penurut,” ujar Mila dengan wajah tersipu malu. Aku sudah tak bisa membantah jika Ibu sudah membuat keputusan. Walau jauh dari dasar hatiku masih ragu untuk menceraikan Ria. Apakah tidak perlu menunggu dulu sampai hartaku kembali lagi padaku? Agar aku bisa lebih tenang menjalani hidup baru dengan Mila. “Apa lagi yang kamu pikirkan, Win? Lekas urus perceraian kamu dan cari ustazd untuk menikahkan kalian berdua. Tidak perlu resepsi. Nikah siri saja dahulu. Jika kamu sudah resmi bercerai secara Negara dari Ria, baru kalian urus pernikahan secara Negara. Bagaimana Mila?” tanya ibuku pada wanita yang sebentar lagi akan menjadi istri siriku. “Baik, Bu. Saya tidak masalah. Asal kami segera dihalalkan,” jawabnya dengan senyum ter

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN