"Mas, jawab! Kenapa diam saja? Siapa Raka dan apa hubungan anak itu dengan Mas?!" aku berteriak menanti penjelasan darinya. Suamiku nampak semakin gugup dan berkeringat. Aku perhatikan jakunnya naik turun tanda keresahan yang semakin tinggi. Bola matanya saja tidak berani menatapku. Aku tahu Mas Edwin pasti punya rahasia. "Raka itu ... sebenarnya ... anak ...." Mas Edwin kembali mengusap wajahnya yang berkeringat dengan sapu tangannya. Sedangkan aku masih menanti lanjutan kalimat sampai mulutku setengah terbuka. "Apa, Mas? Kenapa gugup? Jawab saja siapa Raka?" tanyaku lagi yang terus menekannya. Jika sudah tak cinta, ingin sekali aku garuk wajah suamiku yang saat ini sangat menyebalkan. "Raka itu ... mm ... anak ... anak angkat saya, Ria," ucap Mas Edwin dengan terbata. Aku berjalan men

