Melihat wajah suaminya yang tiba-tiba berubah tegang, Nadine merasakan gelombang kecemasan menggulung hatinya. Apa gerangan yang membuat Keenan tampak begitu terguncang? Siapa yang menelepon dan membawa kabar yang mampu mengoyak ketenangan pria itu? "Baiklah, terus pantau dan jangan sampai ada yang terlewat. Kabari saya segera jika memang penting." Suara Keenan berat, penuh tekanan sebelum ia memutuskan panggilan. Pria itu duduk terpaku, matanya kosong menatap ke depan seolah bergumul dengan badai pikiran yang tak terlihat. Tiba-tiba, suara Nadine memecah keheningan, sedikit bergetar, "Mas, ada apa? Siapa yang telepon?" Keenan menoleh pelan, lalu memaksakan senyum tipis, mencoba menenangkan hati istrinya. "Nggak ada apa-apa, Sayang. Hanya kabar dari anak buahku tentang pekerjaan. Kamu

