Sesampainya di rumah, pikiran Daniel berkecamuk, terus berputar di antara kata-kata Keenan yang meminta persetujuannya untuk melakukan tes DNA antara Kamila dan Nadine. Sebuah permintaan yang seharusnya mudah ia terima, tapi entah mengapa hati dan pikirannya terasa begitu berat. Kamila pernah bercerita tentang getaran aneh setiap kali berada di dekat Nadine—seolah ada benang merah tak kasat mata yang mengikat keduanya. Seolah Nadine bukan sekadar orang asing bagi ibunya itu. Daniel juga teringat saat Kamila tiba-tiba mengeluh sakit kepala sewaktu pertama kali bertemu Nadine, seolah ingatan lama yang terpendam ingin memaksa keluar, tapi selalu terselubung kabut amnesia yang telah menjerat ibunya itu selama lima belas tahun. Lima belas tahun yang menghilangkan semua kenangan masa lalu, seol

