Alesha membuka matanya, namun ia merasa ada yang aneh, tunggu,, bukannya tadi ia berkuda di hutan bersama Loeniel, tapi kenapa sekarang dirinya ada di tempat tidurnya, apa sebegitu nyenyaknya sampai tidak tau jika sudah berada di Istana. Melihat kesekitar, Alesha melihat sinar Mentari masuk kedalam kamarnya melalui sela sela dinding kayu, kemana Fiya, kenapa Fiya tidak di kamarnya, biasanya Fiya akan datang ke kamarnya saat pagi buta, membangunkan tidur nyenyaknya. Bangkit dari tempat tidurnya Alesha mencoba untuk pergi mandi, walau Alesha merasa tubuhnya telah di basuh, tapi tetap saja Alesha butuh mandi untuk mengawali harinya. Alesha baru saja keluar dari pemandian saat Fiya dan dayang dayang lain masuk kekamar Alesha. “Yang Mulia, maafkan keterlambatan kami melayani anda,,” Fiya me

