Mungkin untuk berteriak dan lari dari segala kejadian yang terjadi saat ini adalah salah satu hal yang mustahil, lihatlah bagaimana bisa dia kabur dari tempat ini sedangkan dirinya benar-benar tidak bisa lagi bernapas dan melihat ke belakang. Mobil mereka di penuhi dengan lelaki yang datang satu persatu mulai membawa bata dan juga juga Mambawa kayu, entahlah lihatlah mereka sekarang ini sudah ketar-ketir hanya dua wanita yang sama sekali tidak berdaya. "Bagaimana dengan kita apakah yang bisa kita lakukan?" tanya Rachel saat itu mengigit bibir bawahnya saking takutnya dia malam ini. "Ahk bagaimana bisa aku bernapas seperti ini padahal mereka benar-benar mengancam hidup teman ku," ucapnya saat itu berniat kembali melawan mereka. "Ayo, cepat buka ini atau tidak kalian berdua akan kami bun

