MERINDU KEMBALI

1017 Kata
Seandainya dia mengetahui bahwa isi perasaannya sekarang ini benar-benar tidak bisa dikatakan baik jantungnya mulai copot saat melihat nama itu tertera di depan layar kameranya, yah lihat saja sekarang ini dia malah mengatakan ini menjadi sebuah kebodohan padahal dirinya lah yang suda menunggu-nunggu saat ini. "Ada apa?" tanya mereka kembali lagi mencoba melihat apa yang membuat Samantha seperti ini. Samantha mencoba untuk menutup ponselnya dia benar-benar tidak ingin menunjukkan apa isi chatnya lagi kebetulan juga dia dikenal sebagai orang yang tertutup lantas untuk apa dia seperti ini, dan juga kenapa dirinya tambah bodoh ketika bertemu dengan lelaki itu. Dia hanya mendengus napas kesal dan menutup ponselnya yah meskipun begitu tangannya dan juga raganya tidak berjalan satu arah di satu sisi raganya meminta untuk membalas pesan itu namun di satu sisi lain lagi tangannya tidak mau mengetik terlalu cepat, takutnya nanti dia bingung kalau pemikiran si lelaki itu menganggapnya menunggu dirinya. Beberapa menit berjalan dengan cepat kali ini mereka semua akan bubar dan dari mereka akan pergi ke tempat yang lebih Waw di suatu saat nanti, Samantha dia sudah memilikiata panda karena sedari tadi menahan kantuk dan juga untuk Casilda dia hanya bisa bernyanyi-nyanyi kecil saking senangnya mencoba untuk mengintip chat dari Samantha tadi.. "Apakah yang kamu pikirkan kenapa tersenyum sendiri?" Elica yang melihat itu tidak tahan dia malah menoleh ke samping dengan tubuh yang merinding. "Apakah yang kamu lakukan suka-suja saya bodoh, bukankah saya yang mempunyai mulut lantas kalau saya tersenyum biarkan saja apa masalah anda," ucapnya saat itu dan kembali menatap ke depan dengan tatapan tajam. Saatnya mereka menaiki jemputan masing-masing dan lihat saja sekarang ini mereka tidak bisa berkata apa-apa lagi kecuali untuk tangan yang sudah melambai pergi jauh. Beberapa menit itu akan menjadi kenangan yang indah dan itu juga suatu saat akan menjadi kenangan yang tampak terukir dengan baik, mereka pergi ke arah yang berbeda dan meninggalkan jejak yang begitu indah untuk satu hari yang lumayan cukup panjang ini. Satu hati berlalu kali ini Samantha bersiap untuk tidur padahal ini siang hari, yah apa lagi yang harus dia lakukan toh juga sekarang ini dia hanya ingin berdandan dengan dirinya sendiri dan juga berdandan di atas ranjang. Dia tidak memiliki siapapun kali ini kecuali dengan hatinya yang selalu kesepian dan juga dengan tubuhnya yang ingin berkeliaran tetapi tidak bisa bebas. "Apakah yang kamu lakukan Samantha?" "Bukankah di kota ini sangatlah luas lantas kenapa kamu hanya berada di sini?" "Aku pengen membunuh diriku sendiri tetapi aku takut dosa." Dia bergumam sendiri rasanya tidak enak jika selalu berada di dalam kamar namun apakah yang boleh dia lakukan? tidak ada teman setelah perjalanan itu semuanya kembali ke kehidupan yang nyata semuanya juga tampak lebih indah dan damai tidak ada kata kelaparan dan tidak ada kata kehausan. Sedangkan di kantor sekarang ini ada seorang lelaki yang matanya benar-benar tida bisa fokus dia tampak berwibawa dan dia memakai setelan jas yang tampak lebih bagus dia mengatakan ini adalah sebuah jalan di mana dia bisa bangkit dan berjalan di atas apa yang dia inginkan. Di belakangnya ada seorang wanita yang mungkin adalah seorang sekretaris nya pasalnya sekarang jarak mereka benar-benar terbentuk dengan sangat luar biasa tidak ada kata basa-basi di dalamnya dan juga tidak ada kata yang tidak bermakna. "Apakah semuanya sudah kamu siapkan?" tanya lelaki itu sembari menoleh ke samping kiri dan kanan. "Maaf Tuan perhatikan apa yang membuat anda seperti ini kenapa jalannya benar-benar tidak terarah?" tanyanya dengan bibir yang dia buat mendalam. Sekarang ini waktunya untuk lelaki itu terdiam kenapa dengan dirinya yang saat ini tampak lebih pendiam, bukan ini bukan pendiam namun ini hanya sebuah kesalahan teknis saja ini adalah sebuah hukum alam di mana dia tidak bisa bertahan lebih lama dan di mana dia tidak bisa melakukan apapun itu. "Mengapa dengan kamu?" Seseorang datang dari belakang dan menepuk pundaknya rasanya ini terlalu berat kalau tidak di canggupi dan kini dia menoleh ke belakang lebih tepatnya wajahnya sudah tampak lebih berbinar dengan bola mata yang hitam itu dan juga dengan aroma parfum yang tampak lebih menyegarkan harumnya menyeruak ke dalam ruangan itu. "Wah, apakah itu adalah Tuan?" tanyanya heran dan mereka berdua saling berpelukan satu sama lain. Mereka berpelukan hanya wanita tadi melihat dengan bola mata yang lemas dia juga tidak mengetahui mengapa sekarang ini dirinya melihat seperti ini adalah hal yang asing padahal ini sudah sangatlah sering terjadi, entah percaya atau tida percaya ini adalah sebuah masa di mana dia harus memberikan semua waktunya kepada Tuannya ini. Mereka berjalan tidak mengikuti semua apa yang di pandang oleh wanita itu dan kali ini mereka juga mengatakan ini akan menjadi sebuah pertemuan di mana yang satu akan mendapatkan sesuatu yang baik di masa depan yang akan datang dan di satu lagi kali ini mereka akan kembali ke jalur di mana jalur uang akan melimpah dengan sangat banyak. Sesampainya di dalam kantor benar saja mulut mereka berdua tidak mampu untuk terdiam saking enaknya untuk bersama dan kali ini mereka berdua bisa menatap ke depan dengan tatapan yang sangat bagus memikirkan masa depan yang nantinya akan terjadi dan juga akan berlangsung dengan baik. "Akankah aku bisa menjadi sosok yang berharga bagi kamu?" tanya lelaki tua itu dia juga tidak menyangka akan seperti ini. "Iya, aku juga berharap bahwa kamu akan menjadi bagian dari hidup kami." Lelaki itu kalian juga mengenalnya bukan? itu adalah lelaki yang saat di pesta lelaki yang saat itu membuat para mata wanita tidak dapat berekspresi mereka terlalu di butakan oleh pemandangan yang sejuk. "Paman, saya rasa ini adalah pertemuan yang bagus untuk kita bukan?" "Iya karena di sini kita membicarakan hal yang sangat baik dan bermakna!" "Lantas apakah saya boleh mengetahui apa maksud dan tujuan anda mengatakan bahwa saya cocok untuk menjadi bagian keluarga anda?" Mereka berdua terdiam hanya tatapan mata yang perlu untuk tidak di kondisikan dan sekarang ini Robert mengerikan dia tidak tahu mengatakan apapun itu kecuali dirinya hanya terdiam menatap semuanya dengan dalam. "Saya mau kamu menjadi calon menantu saya apakah kamu sanggup?" "Apa?" Bola matanya benar-benar terbuka lebat, pikirannya Cemplung seketika. semuanya terdiam dan beberapa dari benda yang ada di situ hanya bisa berkata ini lebih dari apa yang mereka jadikan patokan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN