* Jangan lupa tap love nya nya... dan tinggalkan kritik dan saran dalam komentar. aku mohon dukugannya readers. terima kasih. Lexa benar-benar malu. Ia berjalan melewati Lorong penghubung Sipil dan Multimedia. Lexa kembali kekelas dengan raut kecewa, kenapa Bara bersikap seperti itu? Apa hanya karena tadi malam ia menolak ajakan Bara? Bukankah itu konyol sekali. Itu bahkan bukan masalah besar. Tapi kenapa Bara membuatnya menjadi serumit ini. “Lexa, kamu teh kenapa?” tanya Raya. Ia melihat wajah Lexa seperti sedang marah. Lexa menghembuskan nafasnya. Rasa nya sesak sekali di jutekin dengan pacar sendiri. “Bara Marah sama gua ray” ujarnya lesu. “Marah? Marah kenapa?” “Iya, kayaknya gara-gara tadi malam gua gak mau diajak mampir

