“Stay with me here Alexa” Bisik bara dengan lembut lalu ia mencium puncak kepala lexa. d**a lexa bergemuruh, ia sangat merindukan perlakuan lembut bara. Namun ego kembali coba lexa bangun. Ia tak ingin mudah jatuh kedalam pesona bara. Lexa menghentakan tangan bara, lalu berbalik menghadap bara. Ia ingin mencoba melawan, dan menjauh dari bara. “Seharusnya bukan aku yang kamu tarik kesini, seharusnya kata-kata itu bukan kamu ungkapin ke aku! kamu inget? Aku bukan pacar kamu” ujar lexa dengan tegas. Sekuat tenaga kini lexa menghadapi bara. Bibirnya bergetar menahan isak yang mungkin saja akan keluar. Matanya mulai sedikit berkaca, namun ia menghirup nafas dalam-dalam agar air mata tak keluar. “Lexa, maafin aku. aku nggak bermaksud seperti itu. Kamu tau apa alasan kau lakuin itu? Kamu inget

