Aku membuka bekal makan siang yang dibuatkan mama. ‘Eeeemmmmm ... ini keliatannya enak banget sih...’ Cklek Aku lupa kalau ada rekan Will di dalam. Saat mereka berdua keluar, aku otomatis berdiri. Rekan William seketika tersenyum melihatku. Ia lalu memuji bekalku yang sudah terlanjur kubuka. "Kelihatannya sedap ..." "Ah, iya! Terima kasih!" "Di mana Anda membelinya?" "Ti…tidak. Ini buatan mama saya. Apa Anda mau? Kalau Anda tertarik, silahkan terima ini ..." jelasku sambil menyerahkan bekal makan siang yang sudah kututup kembali. "Really? Thank you. Will, do you want?" tanya orang itu lagi. Orang yang ditanya hanya menggeleng. "Mari saya antar ke pantry. Anda bisa menikmati makan siang di sana ..." Aku menjelaskan. "Oke!" Pria itu mengiku

