Maharani yang sejak tadi menatap ujung kaki Ahmar yang ia injak, segera mengangkat pandangannya pada Ahmar. Maharani memang tidak bisa berdansa dan menumpukan semua gerakannya pada Ahmar, dengan cara menginjak kaki suaminya itu. “Memangnya kenapa? Apa Hara membuat kesalahan?” tanya Maharani lagi. Ahmar mengangguk. “Ya, Hara membuat kesalahan karena tampil terlalu cantik,” ucap Ahmar lalu tersenyum dan mencium kening Maharani dengan lembut. Siapa pun yang melihat tindakan Ahmar tersebut tentu saja bisa merasakan jika Ahmar memperlakukan Maharani dengan begitu spesial. Maharani sendiri merasakan hal tersebut. Pipi Maharani memerah dan Maharani menyembunyikan wajahnya pada d**a Ahmar, menolak pandangan Ahmar yang terlihat seperti menggodanya. Hal tersebut rupanya membuat Ahmar ter

