Maharani menyeka air yang masih membasahi wajanya. Setelah cukup kering, Maharani menatap pantulan dirinya sendiri di cermin. Maharani menyadari jika dirinya sangat tegang. Benar-benar tegang malahan. Tadi siang, Maharani dan Ahmar baru saja tiba di kota cinta, Paris. Namun, keduanya sama-sama kompak memutuskan untuk beristirahat saja setelah melalui perjalanan panjang dalam pesawat. Karena itulah, setelah tiba, Maharani dan Ahmar hanya menghabiskan waktu mereka di hotel yang balkonnya benar-benar menyajikan view menara Eifel dengan begitu jelas dan seakan-akan bisa diraih dengan mudahnya. Sayangnya, Maharani sama sekali tidak bisa menikmati semua kemewahan dan keindahan yang berada di depan matanya. Ayolah, bagaimana bisa Maharani merasa nyaman dan tenang, ketika bayang-bayang ma

