Maharani menjerit kesal saat Ahmar mengabaikan apa yang sudah ia katakan sebelumnya. Ya, Ahmar tidak hanya melakukan aktifitas mandi saja. Ahmar kembali melakukan kegiatan berkeringat yang membuat Maharani mengerang dan mengisi kamar mandi dengan suara merdunya. Dalam hati Maharani menggerutu. Jika seperti ini, lebih baik mandi sendiri-sendiri. Toh, meskipun mandi bersama, mereka tetap akan terlambat karena Ahmar yang kembali lepas kendali dan menyerangnya tanpa ingat apa pun. Jika bisa, Maharani ingin menggigit Ahmar dengan kuat untuk menyalurkan kekesalannya pada suaminya ini. Saat Maharani larut dalam lamunannya, Ahmar yang melihat tersebut tentu saja kesal. Ahmar menyeringai dan menghentak dirinya dengan kuat. Hal itu tentu saja membuat Maharani mengerang panjang sebelum bert

