“Aku sudah berjanji di hadapan Tuhan, jika mulai saat ini, aku yang bertanggung jawab sepenuhnya padamu. Aku akan menjagamu, mengayomimu, hingga membahagiakan dirimu. Aku berjanji, jika tidak ada satu pun kemalangan yang akan menghampiri kehidupanmu, kehidupan kita. Nanti, kita akan hidup bahagia, bersama anak-anak kita. Bahagia dengan keluarga kita,” ucap Ahmar tulus. Ucapan Ahmar rupanya berhasil menyentuh hati Maharani. Wanita itu kini menatap netra biru safir Ahmar yang dipenuhi oleh kesungguhan. Maharani tidak bisa membohongi dirinya sendiri jika ada sesuatu yang bergetar dalam hatinya, saat mendengar dan melihat kesungguhan yang disajikan oleh Ahmar. Apakah ini takdir yang memang telah Tuhan persiapkan untuknya? Untuk hidup bersama dengan Ahmar, terikat dengannya, dan har

