Klien 1

812 Kata

    Ahmar mengulum senyum saat mengantarkan kepergian Maharani yang memang sudah mengantarkan makan siang dan selesai menyuapinya makan siang. Tentu saja Ahmar merasa sangat senang dengan perhatian dan sikap manis yang ditunjukkan oleh Maharani. Ya, semakin hari, Maharani memang semakin lues memerankan sebagai kekasih dirinya. Ahmar duduk di kursi kebesarannya, Ahmar memejamkan matanya dan menikmati waktu yang terasa sangat menyenangkan ini. Ya, sangat menyenangkan.     Hei, jangan pikir jika Ahmar adalah orang bodoh dan tidak mengerti jika ada hal aneh yang mendasari sikap manis Maharani ini. Ayolah, Ahmar tentu saja masih mengingat bagaimana sikap Maharani sebelumnya. Gadis berlesung pipit itu, selalu saja bertindak tegas dengan menolak lamaran yang ia ajukan mentah-mentah. Maharani bah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN