Keesokan paginya Davina bangun karena merasakan Devon mengusap pipinya. Ketika ia membuka mata, wajah Devon yang berbaring menatapnyalah yang menyambutnya. “Pagi...” kata Devon. “Kamu butuh sesuatu?” tanya Davina yang perlahan bangkit. Ia kemudian memeriksa suhu tubuh Devon dengan menyentuhkan punggung tangannya ke dahi pria itu. Davina merasa lega karena suhu tubuh Devon sudah berangsur normal. “Minum,” kata Devon. Davina melirik gelas yang ada di meja samping tempat tidur. Gelas tersebut telah kosong. “Sebentar aku ambilin ya,” kata Davina, lalu turun dari tempat tidur. Tak lama kemudian ia pun kembali ke kamar dengan segelas air putih hangat. Sama seperti sebelumnya, Davina pun membantu Devon duduk dan minum. Setelah selesai minum, Devon pun menahan Davina yang hendak membantunya

